aduh gusti.
Aduh gusti.
Mengapa rindu ku tiada henti.
Di saat pertama kali Ku buka lembaran hati.
Bayangan wajah nya terus menghantui.
Seakan akan aku terjerat dalam ilusi.
Apakah untuk memiliki'nya hanya lah sebuah mimpi.
Aduh gusti.
Ku curah'kan selembar isi hati.
Karena memiliki'nya itu hanyalah ilusi.
Setiap detik hidupku terasa penuh dengan mimpi.
Seperti embun pagi yang di terpa mentari.
hilang dari genggaman hati.
Menahan rasa sakit yang terus menusuk hati.
Mungkin kah memang takdir telah menentukan jalan ini
seperti cinta yang terbakar oleh api
Namun ku sanyjung nama nya di se panyjang hari.
Walau hanya dalam mimpi yang terus menghantui aku terus rindu sang bidadari.
Aduh gusti, berilah kekuatan untuk menerima segala ini.
Biarlah rinduku menyjadi debu yang tak berarti.
agar dia selalu bahagia bersama cinta nya yang sejati.,
karena rindu ku terdiam dalam luka yang menganga di hati.
A
aduh gusti.