Bukankah malam ini begitu indah? tanyaku padanya. Suara angin terus saja bertiup lembut yang membuat rambutku terbawa secara lamban, malam itu aku dan dia bernaung di atas genangan purnama dan melewatkan banyak waktu.
Mataku tak berhenti menatap air bercahaya yang ada di kedua bola kaca miliknya, tutur ku tak pernah berhenti untuk terus membawa kami pada atmosfer ini.
Aku selalu menyebut hal ini mimpi sebab diantara indah dan tenang maka ditengahnya adalah cinta yang aku rasakan saat bersamamu.
Hening nya gelombang air berkilau membuatku merasa ingin terjun lebih dalam ke bola kaca mu, biarlah, oh tidak biarkan aku tenggelam ke air yang menggenang di dalam tatapan mu.
G