hadir mu bagay lentera
Kau hadir bagaikan lentera,
Menyinari ruang dalam jiwa yang dulunya gelap gulita,
Serasa hidupku berarti dan punya tujuan,
Penuh warna-warni bagaikan pelangi di jiwa yang pernah kering dan hampa.
Masha Allah, kau buat aku bahagia,
Cintamu sederhana tapi terasa dalam setiap detiknya,
Seperti embun pagi yang menyegarkan daun layu,
Mengisi setiap kosong yang pernah ada dalam diriku.
Terkadang hatiku terasa penuh campuran rasa,
Happiness yang membuat mata berbinar tapi juga ada air mata yang meluncur,
Merasa tak layak mendapatkan cinta yang begitu tulus darimu,
Namun juga merasa syukur hingga dada terasa sesak dan hangat.
Kadang aku khawatir, apakah kebahagiaan ini sungguh milikku?
Apakah suatu saat kau akan pergi dan meninggalkan hidupku dalam kegelapan lagi?
Namun setiap kali kau tatap dan beri pelukan hangat,
Semua keraguan lenyap dan hanya tersisa rasa cinta yang mendalam.
Biar air mata ini mengalir, bukan karena duka,
Melainkan karena rasa syukur yang terlalu besar untuk bisa diucapkan dengan kata-kata,
Kau adalah anugerah yang tak pernah kuharapkan,
Cinta sederhana yang membuat hidupku begitu berharga.
A
hadir mu bagay lentera