kenangan dan harapan.
Kau begitu berharga untukku menjalani hidup,
Namun mengapa..?
Kau anggap aku seperti batu,
Kau genggam bukan untuk menyimpan melainkan untuk kau lempar ke danau.
Sedangkan diriku hanyalah debu,
Yang ingin menjadi satu dengan sang bunga,
Namun terbawa kabut angin yang menerpa.
Tetapi cinta yang sejati,
Akan menjadi abadi.
Dan biarkanlah waktu membuktikan makna sejati,
aku akan terus menunggu bagay debu yang akan bertemu kembali,
Di pelukan alam yang menyatukan segala sesuatu,
Karena cinta yang sejati takkan pernah pudar meski di masa yang mendatang.
A
kenangan dan harapan.