G

Sore itu, kursi penumpang milik mu kosong. Sinar kemilau merekah dengan elok…

Sore itu, kursi penumpang milik mu kosong. Sinar kemilau merekah dengan elok disana, satu hingga dua orang menempati posisi itu. Siapapun tak akan menggubris namun hati ku tak berhenti untuk terus menunjang kehadiran sosok yang antah berantah.
Sore itu, aku mencoba untuk berpaling pada sibuknya lalu lintas yang sebenarnya tak lebih penting dari sekedar mengingat ornamen tas kecil milik mu. Bus kota tetap pada alur rute harian nya, tapi tetap saja diriku masih menetap pada lekukan elok yang tercipta di wajah mu.
Sore itu, dan sore seterusnya matahari tak kunjung memberi kabar. Lambat laun malam mulai menarik kerinduan yang menjadikan langit begitu hampa.

Kekasih, kutitipkan pesan padamu
Aku merindukan Kita