G

Suara

Suara
Tak ada tangan yang memukul,
tak ada mulut yang mencaci.
Namun di kepalaku,
sebuah suara tak pernah pergi.

Ia berbisik saat malam menutup mata,
mengulang luka yang sudah lama.
Setiap kata jadi pisau kecil,
menggores perlahan, tak berdarah—
tapi perihnya nyata.

Aku berjalan dengan tubuh utuh,
namun jiwaku dipereteli kata sendiri.
Tak ada orang lain yang menyiksa,
hanya pikiranku
yang membunuhku
pelan-pelan,
setiap hari.

-Anggo