H

TOPENG YANG MEREKA KAGUMI

TOPENG YANG MEREKA KAGUMI
Dulu,
di lorong-lorong sekolah yang panas dan penuh suara,
namaku disebut tanpa aku meminta.

Mereka menobatkanku
sebagai wajah paling sempurna
seolah Tuhan sedang berlebihan saat menciptakanku.
Tatapan mereka penuh arti.
Bisikan mereka penuh kagum.

Dan aku .
hanya berjalan seperti biasa,
dengan diam yang mereka sebut “cool”,
dengan sunyi yang mereka sebut “menarik”.
Padahal,
yang mereka cintai
hanyalah apa yang mata mereka lihat.
Bukan aku.
Bukan pikiranku
yang sering tersesat dalam sepi.

Bukan rasaku
yang bahkan tak pernah mereka tanya kabarnya.
Mereka memuja bayanganku,
bukan jiwaku.

Dan aku mulai bertanya
apakah mereka benar-benar melihatku,
atau hanya menikmati bentuk
yang kebetulan aku miliki?

Karena semakin mereka mendekat,
semakin aku merasa jauh.
Dari mereka.
Dari diri sendiri.
Dan dari seseorang
yang tak pernah benar-benar mereka kenal:
aku.
TOPENG YANG MEREKA KAGUMI